MAKALAH PERATURAN BARIS BERBARIS (PBB)

 

MAKALAH

PERATURAN BARIS BERBARIS (PBB)

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok

Dosen Pengampu :

Disusun Oleh Kelompok 5:

 

 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

TAHUN AJARAN 2021

KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum wr.wb.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kehidupan kepada makhluk ciptaan-Nya, yang telah melebihkan manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad saw. Sebagai sosok yang sangat kita muliakan karena akhlaknya dan kepribadiannya yang dapat kita pelajari dari berbagai hadis yang telah diriwayatkan oleh banyak sahabat.

Dalam makalah ini menjelaskan tentang “ Peraturan Baris-Berbaris ”.

Dikarenakan tidak memungkinkannya penjabaran secara menyeluruh, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Wasalamu’alaikum wr. wb.

                                                                                                             

 

 

                                                                                    Metro, 23 Maret 2021

 

                                                                                                                        penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL......................................................................................................... i

KATA PENGANTAR...................................................................................................... ii

DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1

Latar Belakang.................................................................................................................... 1

Rumusan Masalah................................................................................................................ 1

Tujuan Penulisan.................................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................. 2

Pengertian Peraturan Baris Berbaris.................................................................................... 2

Maksud dan Tujuan Peraturan Baris-Berbaris..................................................................... 2

Gerakan dalam Peraturan Baris-Berbaris............................................................................. 3

BAB II PENUTUP............................................................................................................ 11

Kesimpulan.......................................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 12

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Baris-berbaris pertama kali dikenal pada jaman kekaisaran romawi pada saat kaisarnya Julius Caesar,dengan maksud agar pasukan yang berada dibawah kekuasaannya mempunyai rasa tanggung jawab, displin yang tinggii dengan melihat hasil akhir yaitu : kerapihan, kekompakan, ketertiban, serta kesiapan. Pada zaman kaisar Julio caesar sangat terkenal.

Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Dalam peraturan baris berbaris ada istilah aba-aba. Aba-aba adalah suatu perintah yang di berikan oleh seorang komandan kepada pasukannya, untuk dilaksanakan secara serentak atau berturut-turut.

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI.

Untuk anak sekolah dasar ada gerakan dasar PBB meliputi : Sikap sempurna atau siap, hadap serong kanan/kiri, hadap kanan/kiri, balik kanan, lencang kanan/kiri, lencang depan, jalan di tempat, hormat, berhitung, dan istirahat di tempat. PBB digunakan Tujuan dari PBB yaitu untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan menanamkan rasa tanggung jawab.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan PBB?

2.      Apa maksud dan tujuan dari PBB?

3.      Gerakan apa saja yang ada dalam PBB?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.    Pengertian Baris Berbaris

Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Sikap lahir yang diperoleh adalah : ketegaran, keseragaman, ketangkasan, kesigapan, kelincahan, keindahan, kerapihan, ketanggapan, ketertiban, kewajaran tenaga, kekhidmatan, kesopanan, kekompakan, dan ketelitian Sikap batin yang diperoleh adalah : ketenangan, keberanian, ketaatan, kekuatan, keikhlasan, kesadaran, konsentrasi,mkesetiakawanan, dan berani berkorban.[1]

 

B.     Maksud dan Tujuan Peraturan Baris Berbaris

Maksud dari PBB dapat dibagi menjadi 2:

1.      Maksud Umum adalah suatu latihan awal membela negara dan dapat membedakan hak dan kewajiban.

2.      Maksud Khusus adalah menanamkan rasa disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan.

Adapun tujuan dari PBB:

1.      Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin, sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu dan secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

2.      Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok tersebut dengan sempurna.

3.      Yang dimaksud dengan rasa persatuan adalah rasa senasib dan sepenanggungan serta ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.

4.      Yang dimaksud dengan disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keikhlasan menyisihkan pilihan hati sendiri.

5.      Yang dimaksud dengan rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung risiko terhadap dirinya tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan yang akan dapat merugikan kesatuan.

 

C.    Gerakan dalam peraturan baris berbaris

1.      Aba-Aba

Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.[2] Ada tiga macam aba-aba yaitu :

a.       Aba-aba petunjuk

Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud dari pada aba-aba peringatan/pelaksanaan.

Contoh:

1)      Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK

2)      Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK

b.      Aba-aba peringatan

Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.

Contoh:

1)      Lencang kanan - GERAK (bukan lancang kanan)

2)      Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)

c.       Aba-aba pelaksanaan

Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:

1)      Gerak

Gerak adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain. Contoh:

·         jalan ditempat - GERAK

·         siap - GERAK

·         hadap kanan - GERAK

·         lencang kanan - GERAK

2)      Jalan

Jalan adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Contoh:

·         haluan kanan/kiri - JALAN

·         dua langkah ke depan - JALAN

·         satu langkah ke belakang - JALAN

3)      Mulai

Mulai adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut. Contoh:

·         hitung - MULAI

·         tiga bersaf kumpul – MULAI

 

Cara memberi aba-aba

1)      Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.

2)      Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.

Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – Gerak

Pelaksanaanya :

·         Pada waktu memberikan aba-aba mengahadap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.

·         Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.

·         Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.

·         Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.

·         Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.

·         Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.

·         Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.

·         Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.

·         Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG.

 

2.      Gerakan pada PBB

PBB terdiri dari 2 gerakan yaitu Gerak ditempat dan Gerak berjalan.

a.       Gerakan ditempat

Gerakan ditempat diperlukan untuk mempersiapkan atau merapikan barisan dalam menghadapi upacara-upacara dalam pelaksanaan apel kerja, apel belajar atau persiapan pelaporan belajar dikelas. Gerakan ditempat yang umum dilakukan meliputi :

1)      Sikap Sempurna

Aba-aba : “ Siap - GERAK ”

Pelaksanaan :

·         Badan / tubuh berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua kaki merupakan sudut 60°.

·         Lutut lurus, paha rapat, berat badan di kedua kaki.

·         Perut di tari sedikit, dada di busungkan, pundak di tarik ke belakang dan tidak dinaikan.

·         Lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari tangan menggenggam tidak terpaksa, rapat di paha.

·         Ibu jari segaris dengan jahitan celana.

·         Leher lurus, dagu di tarik, mulut di tutup, gigi rapat, mata lurus ke depan, bernafas wajar.

 

2)      Hormat

Aba-aba : “ Hormat – GERAK ”

Pelaksanaan :

·         Hormat tanpa pet/topi

Setelah mendapat aba-aba hormat – grak (pasukan dalam sikap sempurna) angkat tangan kanan sedikit ditekuk kedepan, jari telunjuk menyentuh pelipis kanan bawah (telapak tangan tidak terihat dan ibu jari lainnya) tampak terihat satu garis.

·         Hormat dengan pet/topi

Setelah mendapat aba-aba hormat – grak (pasukan daam sikap sempurna) angkat tangan kanan sedikit ditekuk kedepan, jari telunjuk menyentuh ujung pet/topi sebelah kanan (telapak tangan tidak terihat dan ibu jari lainnya) tampak terihat satu garis.

 

Sikap hormat :

v  pandangan lurus ke depan

v  dada di busungkan

v  tangan kanan memebentuk sudut 90 derajat dan di tekuk 45 derajat jari jari merapat dan di taruh di pelipis mata kanan jari jari menghadap ke saku

v  tumit merapat dan ujung kaki di buka sudut 45 derajat.

 

3)      Lencang Kanan / Kiri

Hanya dalam bentuk bersaf.

Aba-aba : ” Lencang kana / kiri - GERAK ”

Pelaksanaan :

·         Mengangkat tangan kanan / kiri ke samping, jari-jari tangan kanan / kiri

·         Menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas.

·         Bersamaan dengan ini kepala di palingkan ke kanan / kiri, kecuali penjuru kanan / kiri.

·         Masing-masing meluruskan diri, hingga dapat melihat dada orang di sebelah kanan / kiri-nya.

·         Jari-jari menyentuh bahu orang yang di sebelah kanan /kirinya.

 

4)      Lencang Depan

Hanya dalam bentuk banjar.

Pelaksanaan :

·         Penjuru tetap sikap sempurna.

·         Nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan ke depan.

·         Lengan kanan lurus, tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas, mengambil jarak atau satu lengan dan di tambah dua kepal.

·         Pada aba-aba ”Tegak Gerak ”, semua dengan serentak menurunkan tangan kembali ke sikap sempurna.

 

5)      Berhitung

Pelaksanaan :

·         Jika bersaf, penjuru tetap melihat ke depan, saf depan memalingkan muka ke kanan.

·         Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut mulai dari penjuru menyebut nomor, sambil memalingkan muka ke depan.

·         Jika berbanjar, semua dalam keadaan sikap sempurna.

·         Pada aba-aba pelaksanaan, mulai penjuru kanan depan berturut-turut ke belakang.

·         Penyebutan nomor di ucapkan penuh.

·         Perubahan Arah.

 

6)      Hadap Kanan/ Kiri

Pelaksanaan :

·         Kaki kanan / kiri melintang di depan kaki kanan / kiri, lekuk kaki kanan / kiri berada di ujung kaki kanan / kiri, berat badan berpindah ke kaki kanan / kiri.

·         Tumit kaki kanan / kiri dengan badan di putar ke kanan 90°.

·         Kaki kanan / kiri di rapatkan kembali seperti sikap sempurna.

 

7)      Hadap Serong Kanan/ Kiri

Aba-aba : “ Hadap serong kanan / kiri - GERAK ”.

Pelaksanaan :

·         Kaki kanan / kiri di ajukan ke depan, sejajar dengan kaki kanan / kiri.

·         Berputar arah 45o ke kanan / kiri.

·         Kaki kanan / kiri di rapatkan kembali ke kaki kanan / kiri.

 

8)      Balik Kanan

Aba-aba: “Balik kanan – GERAK

Pelaksanaan:

Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. Tumit kaki kanan beserta dengan badan diputar kek kanan 180°. Kaki kiri dirapatkan pada kaki kanan.

 

9)      Istrirahat ditempat

Aba-aba : ” Istirahat Ditempat – GERAK ”

Pelaksanaan :

·         Kaki kiri di pindahkan kesamping kiri, sepanjang telapak kaki ( ± 30 cm ).

·         Kedua belah lengan dibawa ke belakang di bawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan di kepalkan dengan di lepaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk serta kedua lengangan di lemaskan.

 

b.      Gerak Berjalan

1)      Gerakan berjalan

Gerak berjalan diperlukan pada saat menggerakkan, memindahkan, atau menggeser barisan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Gerakan-gerakan berjalan sangat diperlukan demi kekompakan, ketertiban, keseragaman dalam rangka memupuk rasa kebersamaan.

Gerakan berjalan yang umum dilakukan meliputi :

a)      Maju Jalan

Dari sikap sempurna

Aba-aba : “Maju – jalan”

Pelaksanaannya:

·         Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.

·         Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri 30° ke belakang, pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan ke belakang 30°.

·         Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher.

 

b)      Bubar Jalan

Aba-aba: “Bubar - JALAN”

Pelaksanaan:

Aba-aba tiap pasukan menyampaikan penghormatan kepada komandan, sesudah dibalas kembali dalam sikap sempurna kemudian melakukan balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati, melaksanakan gerakan seperti langkah pertama dalam gerakan maju jalan, selanjutnya bubar menuju tempat masing-masing.

 

2)      Jalan ditempat

Aba-aba: “Jalan ditempat – Gerak”

Pelaksaannya:

Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut bergantiganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang).

Dari jalan ke tempat berhenti.

Aba-aba : “Henti – Gerak”

Pelaksanaannya:

Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.

·         Hadap Kanan Maju Jalan

·         Hadap Kiri Maju Jalan

·         Belok Kanan

·         Belok Kiri

 

 

D.    Contoh Tampilan PBB

1.      Sikap sempurna

 

2.      Hormat

 

 

 

 

 

3.      Lencang kanan/kiri

 

 

4.      Lencang depan

 

5.      Hadap kanan/kiri

 

 

 

 

6.      Berhitung

 

 

7.      Istirahat di tempat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

KESIMPULAN

1.      Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

2.      Maksud dari PBB dapat dibagi menjadi 2 yaitu Maksud Umum Maksud Khusus Adapun tujuan dari PBB adalah menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin, sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu dan secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

3.      Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Reza Syehma Bahtiar. Pengembangan Kepramukaan. Surabaya: UWKS PRESS, 2018.

 



[1] Reza Syehma Bahtiar, Pengembangan Kepramukaan (Surabaya: UWKS PRESS, 2018), 60.

[2] Reza Syehma Bahtiar, 61.

Komentar

Postingan Populer